selalu ada aroma kopi ketika hujan turun; seperti aroma tanah basah setelah reda
bahkan rerintiknya serupa rima pada sajak musim yang tak bosanbosan kudengar
Batavia, 200212
Senin, Februari 20, 2012
Senin, Februari 13, 2012
Aku Suka Ketika Hujan Turun Malam Hari
seperti mendengarkan denting paling syahdu
dan melihat kerlipan bintang di bawah temaram lampu teras
serta merasakan dingin yang membebat sekujurku
barangkali hujan tak pernah tahu
Batavia, 120212
dan melihat kerlipan bintang di bawah temaram lampu teras
serta merasakan dingin yang membebat sekujurku
barangkali hujan tak pernah tahu
Batavia, 120212
Seperti Hujan
hujan singgah sebentar
membasahi kacakaca jendela
aku menyeka basah di bangku teras depan
menunggu suaramu singgah pula
seperti hujan
Batavia, 110212
membasahi kacakaca jendela
aku menyeka basah di bangku teras depan
menunggu suaramu singgah pula
seperti hujan
Batavia, 110212
Senin, Februari 06, 2012
16.30 Lewat
sore itu
riuh bocah main bola di lapangan badminton
belakang rumah pak lurah
sore itu sepiring cerita yang dipanggang setengah matang
Batavia, 060212
riuh bocah main bola di lapangan badminton
belakang rumah pak lurah
sore itu sepiring cerita yang dipanggang setengah matang
Batavia, 060212
Lewat Tengah Malam
seringkali hari terasa amburadul
seringkali hujan terlalu sembrono
seringkali lampu taman begitu temaram
seringkali ilalang terlampau resah
jarangjarang kuucap sajak
Batavia, 050212
seringkali hujan terlalu sembrono
seringkali lampu taman begitu temaram
seringkali ilalang terlampau resah
jarangjarang kuucap sajak
Batavia, 050212
Kesah
tubuhmu seluruh
mengendap desah
isyarat dalam malam
supaya tak ada lagi sepi berpendar abu dan mimpi yang tak berpenghuni, berputarlah telanjangi malam hingga sajak tak lagi ditulis dengan dawat. kau angin, lafal dari penujum pada petang yang terhirup sepi; mengadu rindu.
Batavia, 170112
mengendap desah
isyarat dalam malam
supaya tak ada lagi sepi berpendar abu dan mimpi yang tak berpenghuni, berputarlah telanjangi malam hingga sajak tak lagi ditulis dengan dawat. kau angin, lafal dari penujum pada petang yang terhirup sepi; mengadu rindu.
Batavia, 170112
Sepi
seperti menyesap secangkir kopi di kedai pinggir jalan tanpa sepotong kue coklat
Batavia, 200112
Batavia, 200112
Kasmaran
: Mini
karenanya malam yang kulewatkan adalah hangat pelukmu
dan pagi yang kusaksikan adalah apa yang ada padamu
kiranya kubiarkan aku semakin tenggelam
dalam setiap desah nafasmu
maka yang kumiliki adalah surga tentangmu
Batavia, 080112
karenanya malam yang kulewatkan adalah hangat pelukmu
dan pagi yang kusaksikan adalah apa yang ada padamu
kiranya kubiarkan aku semakin tenggelam
dalam setiap desah nafasmu
maka yang kumiliki adalah surga tentangmu
Batavia, 080112
Hening
selepas hujan yang tiris di ujung genteng
yang tersisa tinggal detak jantung sendiri
Batavia, 241211
yang tersisa tinggal detak jantung sendiri
Batavia, 241211
Sabtu, Februari 04, 2012
Rindu Itu
terkadang rindu itu seperti secangkir kopi
dinikmati sedikit demi sedikit supaya tak lekas habis
terkadang juga seperti arak
semakin dahsyat jika disimpan lama
Batavia, 040212
dinikmati sedikit demi sedikit supaya tak lekas habis
terkadang juga seperti arak
semakin dahsyat jika disimpan lama
Batavia, 040212
Langgan:
Entri (Atom)