Rabu, Juni 24, 2009

Sajak 1810

ku biarkan lepas rindu ini melayang di lelangitan malam, ku biarkan mengikuti arakan awan awan kelam yang membawa bulir bulir gerimis hingga jatuh di pelataran matamu agar kau tau seperti apa rindu ini membanjiri pikiranku, agar kau tau rindu ini tak hanya sekedar sampai di tengah samudera.

lalu katakan padaku, katakan tentang apa yang kau rasakan saat basahnya kuyupkan jiwamu, saat gemuruhnya hentakan hatimu hingga membuatmu tersentak bak kau dengar gelegar petir yang menggetarkan atmosfer ruang udara tempat kau juga aku menghirup satu satu aroma tanah basah.

apa yang tergambar di bias genangan air sisa hujan yang mengguyur tanahmu? adakah sosokku disana ketika kau baca bait bait dari tulisanku yang sengaja ku paparkan kepada mereka? bukan agar mereka tau, tapi agar kau tau tentang aku yang selalu memikirkanmu di antara gempita sanjung mereka.

boleh aku perjelas tentang sebagaimana kau di antara mereka, tentang kau yang memenuhi pikiran dan dada ini?

kau seperti miasha

memenuhi ruang dadaku, pikiranku, juga di setiap udara yang ku hirup.


* dedicated to 1810

Rabu, Juni 03, 2009


seberapa ingin ku jadikan kau
yang terindah dalam hidupku
menyandingmu disebelahku
di setiap langkah ini

ada kepenatan
di antara kisi kisi waktu
yang kita lewati
kerap berakhir diam
atau sesekali air mata menetes
dari sudut matamu

aku hanya ingin kau tau
semua yang ku ingin, kau apa adanya

seberapa lama jeda waktu
saat kita sama sama merenung
sama sama terdiam
sama sama menyadari
bahwa aku atau kau
tidak untuk sementara
penat itu mengisi ruang kosong kita

mengikuti irama waktu bersama sepi
membaca diksi dari tulisan tulisan
yang bercerita tentang rindu
tentang kegundahan
yang tak mudah diterjemahkan
aku disini tak meragukanmu

biar saja semua berjalan apa adanya
hingga waktu itu tiba
hingga semua terjawab seperti yang kita mau

aku tak pernah bosan menunggumu...

Batavia, 030609
Dwi Rastafara

Senin, Juni 01, 2009

Alur Cerita Kita

kau buatkan satu alur cerita tentang kita
sebuah fragmen yang di dalamnya

aku, kamu,

kamu, aku,

kamu,

kamu,

aku,

kamu,

aku,

kamu,

aku,

aku,

kamu,

mereka...


naskahnya penuh coretan salah
tapi tak tau harus diganti dengan kata apa
kenapa tak diulang saja dari awal,
dari kita mulai bicara

ah..biar saja,
ini hanya konsep cerita
yang akan kita lakoni
masih bisa diperbaiki sebelum kita mulai

baiklah,
mari kita bicarakan dimana salahnya
atau kita akan tetap diam
dan tak pernah tau dimana salahnya

aku hanya ingin kita tak salah memulai...

Dwi Rastafara

Rabu, Mei 20, 2009

Waktu Untukmu

kuberi kau sekotak waktu
lalu selesaikanlah sekumpulan diksi
yang ada dalam hatimu,
mungkin kau perlu meletakan koma
mungkinkah aku memberimu sekotak lagi
untuk titik atau bahkan serumu...
biarlah...

Batavia, 200509
Dwi Rastafara

Minggu, Mei 10, 2009

Seluas Langit

aku hanya terdiam mematung
menggagu bisu
ketika kuhitung bulirbulir waktu
yang beranak pinak penantian

biar aku nikmati
seperti apa adanya...
sabarku, aku istirah...

Batavia, 090509
Dwi Rastafara

Jumat, Mei 08, 2009

Prolog

kemana pikiranku berkelana
mencari makna untuk sosokmu yg sebentar datang
sebentar hilang
hingga aku kembali lagi
mereka-reka

banyak diksi yang tak mudah diterjemahkan
bahkan prolog sikapmu pun
belum lagi selesai ku baca
aku butuh kamus rujukan

kubawa pikiranku mengikutimu
agar aku bisa tau sedikit saja tentangmu
apa adanya tentangmu

lekuk patah jalan yang kau lalui
terkadang membuatmu samar
dan aku tak punya peta jalanmu
hanya pikiranmu yang coba kubaca
kutanam dalam otakku
agar aku tetap bisa disebelahmu

kemana kubawa pikiranku
ketempat dimana kau berdiri

Batavia, 070509
Dwi Rastafara

Boleh Aku Cemburu...?

siapakah kau?
yang semakin membuat gaduh di hati

tolong dengarkan sebentar
degup jantung ini semakin cepat
tolong rasakan juga
gerak tubuh yang tak kunjung tenang

bisikbisik resah ini tak usai semalaman
terus dan terus mengganggu pikiran
dan tak ada yang bisa dilakukan

lalu semua diam
membiarkannya tetap seperti ini
seperti tak ada apapun yang terjadi

ah,biar saja
toh dia tau siapa dirinya...

Batavia, 080509
Dwi Rastafara

Selasa, April 28, 2009

Detik Ini

:Dayang Arny

jejakmu telah sampai di satu tanah baru
lupakan segala kelam yang pernah tergores

disini aku hanya bisa mencium aroma harum
ragamu yang melukis kenangan tak terlupakan
jauhmu membuatku tak bisa mencium keningmu
malam ini...
selalu ada rindu yang menderu
sementara tangan ini tak bisa menggapaimu
hingga sampai detik ini...

Batavia, 280409
Dwi Rastafara

Jumat, April 17, 2009

...diam...


perlu aku terangkan
bahwa diam terkadang adalah jawaban...
literatur tanpa mentor,
atau narasi tanpa referensi.
riuh rendah kota menikam jantung,
mengganggu tabuhan dalam gendang tak bertuan.
bukan mereka atau kalian,
juga engkau...
tapi aku,
aku yang lebih baik meredam semua
menjadi perlahan...

Batavia, 160409

Selasa, Maret 31, 2009

De Javu

de javu...

ketika ada di sebelahmu
tapi kita

sama sama

terdiam

hanya senyum kecil
yang sesekali singgah di sudut bibirmu
hujan disini

deras

bergemericik seperti menyuarakan namamu
aku kembali menghafal wajahmu
juga rindu yang mencarimu...

masih sabarkah aku menunggumu...?

Batavia, 310309
Dwi Rastafara