adalah hujan yang kembali ku tunggu
di ujung senja
dari bidadari yang kembali pulang
lelah usai bermain di bawah langit jingga
membuat semua seketika hening
tak ada lagi riuh rendah suaranya
hanya gerak tubuh
dan bayang cantik parasnya
yang tersisa dalam imajinasi...
Batavia, 091109
Rabu, November 11, 2009
Biar
riuh rendah suaramu yang seketika hilang
memulangkan ketidak-tauan
juga kebingungan pada waktu
yang merambat pelan sekali
lagi...
ku redam semua sementara ini
meski rinduku pada hujanmu
belum lagi habis
masih banyak yang tersisa di dada ini
yang belum lagi sempat ku keluarkan
biar ku tunggu hingga musim berikutnya
meski sepi ini kembali berkunjung di beranda hati
meniup lirih lentera jiwa yang memang sedari tadi
sudah meredup di ujung pagi...
dan biar kau tau bahwa aku
akan tetap di sini untukmu...
Batavia, 081109
memulangkan ketidak-tauan
juga kebingungan pada waktu
yang merambat pelan sekali
lagi...
ku redam semua sementara ini
meski rinduku pada hujanmu
belum lagi habis
masih banyak yang tersisa di dada ini
yang belum lagi sempat ku keluarkan
biar ku tunggu hingga musim berikutnya
meski sepi ini kembali berkunjung di beranda hati
meniup lirih lentera jiwa yang memang sedari tadi
sudah meredup di ujung pagi...
dan biar kau tau bahwa aku
akan tetap di sini untukmu...
Batavia, 081109
Satu Malam Saja
ucapmu yang ku dengar
semalam tadi
tak sanggup lekangkan rasa
biar aku tetap tersenyum
ketika apa yang ku dengar darimu
sanggup menggetarkan hati
lalu seketika terdiam
sehening malam
saat kau dekap aku erat
di ujung pagi
di antara lantun dzikir
ku sisipkan permintaan hati
tentang asaku yang tak pernah habis
karena aku mencintaimu sangat...
Passer Baroe, 071109
semalam tadi
tak sanggup lekangkan rasa
biar aku tetap tersenyum
ketika apa yang ku dengar darimu
sanggup menggetarkan hati
lalu seketika terdiam
sehening malam
saat kau dekap aku erat
di ujung pagi
di antara lantun dzikir
ku sisipkan permintaan hati
tentang asaku yang tak pernah habis
karena aku mencintaimu sangat...
Passer Baroe, 071109
The Jakarta To Go
: 1810
sikapmu membuat gumpalan resah
membatu di dada ini
yang sangat ingin ku keluarkan
saat ku temui kau
juga diammu pada sebuah rencana
menggugah tanya
yang seketika saja memenuhi benak
pada bentang waktu yang menebal
aku hanya ingin dengar bicaramu
juga kisahmu tentang ada apa denganmu hari ini
tak pelaknya marahmu pun
serta merta mengiring detik-detik berlalu
tak pernah bosan ku nikmati semua tentangmu
dan biar ku redam semua dulu
mungkin lebih baik ku katakan sudahlah
agar diammu tak semakin berlarut
kini ketika kau di sini
tolong dengar ucapku sebentar saja
mengertilah setiap bait yang kutulis
karena kau tak pernah hilang dari sini
tinggal bersama resah ini...
Batavia, 051109
sikapmu membuat gumpalan resah
membatu di dada ini
yang sangat ingin ku keluarkan
saat ku temui kau
juga diammu pada sebuah rencana
menggugah tanya
yang seketika saja memenuhi benak
pada bentang waktu yang menebal
aku hanya ingin dengar bicaramu
juga kisahmu tentang ada apa denganmu hari ini
tak pelaknya marahmu pun
serta merta mengiring detik-detik berlalu
tak pernah bosan ku nikmati semua tentangmu
dan biar ku redam semua dulu
mungkin lebih baik ku katakan sudahlah
agar diammu tak semakin berlarut
kini ketika kau di sini
tolong dengar ucapku sebentar saja
mengertilah setiap bait yang kutulis
karena kau tak pernah hilang dari sini
tinggal bersama resah ini...
Batavia, 051109
Aku Rindu
di rentang waktu yang membatasi
ada setumpuk tanya dalam dada
saat namamu tak terlintas di layar kata
dari catatan malaikat kecil yang ku bawa
tentang aku yang menembus barisan hujan
untuk suaramu;
aku rindu...
Batavia, 031109
ada setumpuk tanya dalam dada
saat namamu tak terlintas di layar kata
dari catatan malaikat kecil yang ku bawa
tentang aku yang menembus barisan hujan
untuk suaramu;
aku rindu...
Batavia, 031109
Sabtu, Oktober 31, 2009
Schatzi 1810
.jpg)
kepada oktober;
schatzi...
musim dari namamu telah usai
ku ceritakan semua
pada setiap alur waktuyang terlewati
tentang kau,
kau adalah barisan hujan utara
yang selalu ku tunggu
dengan segala resah
lalu ku catat pula
dalam jurnal perjalanan kapalku
kau adalah laut
tempat lumut dan tiram bersarang
aku, terumbu dari kapal
yang karam di lautmu...
Batavia, 301009
Rabu, Oktober 21, 2009
Kau Miasha
kepada oktober;
kuredam denting hujan dalam senyap malam
yang tak pernah bisa membatasi angan
tentang indahmu
tak pernah habis pula kuhitung tiap bulir waktu
yang di penuhi barisan aksara namamu
membentuk sebuah narasi tanpa jeda
dari rindu yang kian hari
kian dalam terpatri di dada ini
relung hati yang tak bisa membohongi rasa
semakin menggeliat resah ketika tentangmu
tak terbersit sekejap saja
gundah
gulana
sejuta
tanya
menusuk dalam benak yang memang
selalu ada bayangmu
...kau miasha...
Batavia, 211009
kuredam denting hujan dalam senyap malam
yang tak pernah bisa membatasi angan
tentang indahmu
tak pernah habis pula kuhitung tiap bulir waktu
yang di penuhi barisan aksara namamu
membentuk sebuah narasi tanpa jeda
dari rindu yang kian hari
kian dalam terpatri di dada ini
relung hati yang tak bisa membohongi rasa
semakin menggeliat resah ketika tentangmu
tak terbersit sekejap saja
gundah
gulana
sejuta
tanya
menusuk dalam benak yang memang
selalu ada bayangmu
...kau miasha...
Batavia, 211009
Selasa, Oktober 20, 2009
Tentang Aku
kepada oktober;
apa yang kau tinggalkan
di ujung malam
tersimpan di antara kisi-kisi pagi
melayang bersama sisa kabut
gerimis yang kau kirim dari utara
bulir bening rindu di ujung daun
pecah mengalur-alur
menjajarkan asa tak berkesudahan
aku rindu pada suaramu
yang pecah di gelak malam
pada sentuhmu
di setiap inci kulitku
pada mimpimu yang tepikan galauku
di heningnya malam
raut teduh senyummu
mengisi gelap tak terangkum
menghalau kelu
membaca bulir waktu berikutnya
membuatku masih bicara pada hari
apa yang kau katakan
tentang aku kepada mereka
tentang aku yang merindu
pada suaramu
pada sentuhmu
pada mimpimu
Batavia, 201009
apa yang kau tinggalkan
di ujung malam
tersimpan di antara kisi-kisi pagi
melayang bersama sisa kabut
gerimis yang kau kirim dari utara
bulir bening rindu di ujung daun
pecah mengalur-alur
menjajarkan asa tak berkesudahan
aku rindu pada suaramu
yang pecah di gelak malam
pada sentuhmu
di setiap inci kulitku
pada mimpimu yang tepikan galauku
di heningnya malam
raut teduh senyummu
mengisi gelap tak terangkum
menghalau kelu
membaca bulir waktu berikutnya
membuatku masih bicara pada hari
apa yang kau katakan
tentang aku kepada mereka
tentang aku yang merindu
pada suaramu
pada sentuhmu
pada mimpimu
Batavia, 201009
Sabtu, Oktober 10, 2009
Temani Aku Hingga Senja Nanti

kepada oktober;
maaf atas apa
yang telah kau rasakan
dan jika ada
yang membuatku memohon
untuh satu hati
yang tak pernah habis
aku cinta
meski terkikis mati
adalah hati
yang telah membawa hujan
kepadaku,
yang telah menumbuhkan asa
di setiap langkahku,
yang membuka mataku
untuk segala tujuanku
temani aku di sini
temani jalanku
hingga tiba senja nanti
karena ada
yang menjadi berarti di sini
dan itu
karena kau hadir di hidupku
tetaplah di sini,
aku perlu kau dalam hidupku...
Jumat, Oktober 09, 2009
Bolehkah Aku
kepada oktober;
boleh kuminta fotomu
biar ku taruh di mejaku
jika aku rindu
biar ku pandangi
dan ku taruh di dadaku
sampai aku tertidur
boleh kupeluk tubuhmu
biar peluhmu
menyatu di tubuhku
jika hujan ini datang
tak hanya sekedar
aroma tanah basah
yang kucium
tapi juga harum tubuhmu
boleh kuminta hatimu
biar ku taruh
di setiap langkahku
jika mereka bertanya
biar aku katakan
bahwa kau adalah hidupku
batavia, 071009
boleh kuminta fotomu
biar ku taruh di mejaku
jika aku rindu
biar ku pandangi
dan ku taruh di dadaku
sampai aku tertidur
boleh kupeluk tubuhmu
biar peluhmu
menyatu di tubuhku
jika hujan ini datang
tak hanya sekedar
aroma tanah basah
yang kucium
tapi juga harum tubuhmu
boleh kuminta hatimu
biar ku taruh
di setiap langkahku
jika mereka bertanya
biar aku katakan
bahwa kau adalah hidupku
batavia, 071009
Langgan:
Entri (Atom)

