Selayang pesan tiba di satu sudut kota,
singgah di depan pintu masa lalu.
Dentum kegamangan meramu rindu
di jalur waktu yang tak bertepi,
sementara ingatan perlahan merekontruksi
masa lalu meski semuanya telah berubah
dan memang sudah seharusnya.
Kerap kali gerutu menjamu,
kerap kali kecewa sudutkan keadaan,
kerap kali pula perasaan mengharu biru
berujung sesal.
Selayang pesan singgah di pintu masa lalu,
seperti hantu...
Batavia, 201108
Dwi Rastafara
Sabtu, November 22, 2008
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)


0 komentar:
Poskan Komentar