Sebelah mana kau letakan hatimu,
boleh ku temani?
Dalam hitungan bulir-bulir tasbih cinta,
lahir perempuan atas nama hawa
dari rusuk adam.
Kau kah itu,
wahai perempuan atas namamu...
Yang menggugah hatiku,
yang patahkan rusukku
hingga aku menyayangimu...
Yang tak boleh hilang dari pandangku...
Biar sedihku tak lagi bergema,
biar heningku terisi tawamu,
biar aku memelukmu...
Batavia, 160209
Dwi Rastafara
Rabu, Februari 18, 2009
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)


0 komentar:
Poskan Komentar