Aku pikir,
malam lebih hebat dari angin
yang menyeretku ke peraduan.
Bantalan awan ini...
Ya... Saujana yang mengisahkan
kepenatanku menunggu mimpi,
syarat akan alunan merdu
yang mengetuk hati,
mengguruiku tentang kata
yang sulit terpecahkan
oleh setetes air mata.
Ah...! Lagi-lagi aku bisu,
bisu membaca diksi dalam hati,
buyar oleh wajahmu yang aku simpan
di antara angin dan awan yang samar...
Buitenzorg, 050309
Dwi Rastafara
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)


0 komentar:
Poskan Komentar