Adalah setangkup rasa yang ku arak bersama
gumpalan awan-awan yang teduhi jalanmu
menghujani hatimu yang sempat kering meretak
Ingin kusatukan lagi retakan itu dengan pelukan
yang mungkin berujung hangat bagimu
Meski waktu merenggang
memutihkan helai demi helai rambut ini
tak pernah habis aku menunggumu hingga rasa itu
bersemi di hatimu
seperti huma dengan hamparan anyelir yang bermekaran
Biar ku temani hidupmu meski sebentar
biar ku temani engkau duduk di beranda ini
pandangi kaki-kaki kecil mereka lincah berlarian
juga riuh canda dan tangis mereka
Hingga kulit ini berkerut
aku tak akan pernah meninggalkanmu
hingga tulan-tulang ini merapuh
tak akan ku biarkan engkau berjalan sendiri
Aku akan selalu bersamamu
seabadi eidelwis yang tak pernah mati...
Batavia, 180309
Dwi Rastafara
Kamis, Maret 19, 2009
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)


0 komentar:
Poskan Komentar