Rabu, September 09, 2009

Gerimis Kecil Menari Berjingkat Di Pelataran Mataku

aku memang tak pernah bosan menatap gerimis
yang menari berjingkat di pelataran mataku
kerap kali kurasakan dingin ketika perciknya
singgah di kaki telanjangku
basahannya tak rata memenuhi tanah
hingga aku bisa mencium aromanya
seperti aroma langit yang rindu pada bumi

kerap kali juga ku kagum pada tiap tetesannya
yang sengaja membawa sesuatu yang baru
atau kembalikan semua yang hilang
dan sepertinya mereka tau apa yang ada di bumi
akan kembali ke bumi

aku memang tak pernah bosan menatap gerimis
menanti rindunya jatuh ke bumi...


Batavia, 090909
Dwi Rastafara

1 komentar:

cantingcandrakirana mengatakan...

saya suka sekali puisi ini. sejak kecil, saya hobi duduk di depan kaca jendela, memandang air hujan yang turun menyentuh bumi, mendengar gemerisik dan suara jatuhnya, mencium bau tanah yang dibelai hujan. :)

saya add blog ini ke blogroll saya, bolehkah? :)