de javu...
ketika ada di sebelahmu
tapi kita
sama sama
terdiam
hanya senyum kecil
yang sesekali singgah di sudut bibirmu
hujan disini
deras
bergemericik seperti menyuarakan namamu
aku kembali menghafal wajahmu
juga rindu yang mencarimu...
masih sabarkah aku menunggumu...?
Batavia, 310309
Dwi Rastafara
Selasa, Maret 31, 2009
Minggu, Maret 29, 2009
Aku
...membuyarkan pikiranku...
hari hari
adalah segenap diksi amarah pada hati
belukar ini sudah menjadi ilalang,
dimana aku semakin sulit mencarimu
tapi aku tetap bisa melihatmu,
dengan bait
yang apakah itu adalah rindu?
adalah hati yang mencintamu?
terang saja itu aku...!
Dwi Rastafara
Batavia, 290309
hari hari
adalah segenap diksi amarah pada hati
belukar ini sudah menjadi ilalang,
dimana aku semakin sulit mencarimu
tapi aku tetap bisa melihatmu,
dengan bait
yang apakah itu adalah rindu?
adalah hati yang mencintamu?
terang saja itu aku...!
Dwi Rastafara
Batavia, 290309
Selasa, Maret 24, 2009
Kisah
Hanya ada kisah
tentang hujan dan malam
Aku dan kamu
di antara bait rectoverso,
tapi di rhyma kan hati
Melihat cinta satu hari,
lalu menaruh legamnya di tiap hari...
Batavia, 220309
Dwi Rastafara
tentang hujan dan malam
Aku dan kamu
di antara bait rectoverso,
tapi di rhyma kan hati
Melihat cinta satu hari,
lalu menaruh legamnya di tiap hari...
Batavia, 220309
Dwi Rastafara
Kamis, Maret 19, 2009
Seabadi Eidelwis
Adalah setangkup rasa yang ku arak bersama
gumpalan awan-awan yang teduhi jalanmu
menghujani hatimu yang sempat kering meretak
Ingin kusatukan lagi retakan itu dengan pelukan
yang mungkin berujung hangat bagimu
Meski waktu merenggang
memutihkan helai demi helai rambut ini
tak pernah habis aku menunggumu hingga rasa itu
bersemi di hatimu
seperti huma dengan hamparan anyelir yang bermekaran
Biar ku temani hidupmu meski sebentar
biar ku temani engkau duduk di beranda ini
pandangi kaki-kaki kecil mereka lincah berlarian
juga riuh canda dan tangis mereka
Hingga kulit ini berkerut
aku tak akan pernah meninggalkanmu
hingga tulan-tulang ini merapuh
tak akan ku biarkan engkau berjalan sendiri
Aku akan selalu bersamamu
seabadi eidelwis yang tak pernah mati...
Batavia, 180309
Dwi Rastafara
gumpalan awan-awan yang teduhi jalanmu
menghujani hatimu yang sempat kering meretak
Ingin kusatukan lagi retakan itu dengan pelukan
yang mungkin berujung hangat bagimu
Meski waktu merenggang
memutihkan helai demi helai rambut ini
tak pernah habis aku menunggumu hingga rasa itu
bersemi di hatimu
seperti huma dengan hamparan anyelir yang bermekaran
Biar ku temani hidupmu meski sebentar
biar ku temani engkau duduk di beranda ini
pandangi kaki-kaki kecil mereka lincah berlarian
juga riuh canda dan tangis mereka
Hingga kulit ini berkerut
aku tak akan pernah meninggalkanmu
hingga tulan-tulang ini merapuh
tak akan ku biarkan engkau berjalan sendiri
Aku akan selalu bersamamu
seabadi eidelwis yang tak pernah mati...
Batavia, 180309
Dwi Rastafara
Senin, Maret 09, 2009
Schatzi...
Gerimis di pelataran matanya...
ada keteduhan di bawah payung air
yang tak ingin aku hempas ke pandangan lain.
Semakin dalam,
semakin aku tak kuasa keluar
dari jerat debar tak bertuan.
Aku selami keindahannya,
matanya yang nanar...
hitam legam,
lalu mencuri hasratku diam-diam...
Dan aku kebingungan melepas ingatan itu...
Schatzi...
Batavia, 050309
Dwi Rastafara
ada keteduhan di bawah payung air
yang tak ingin aku hempas ke pandangan lain.
Semakin dalam,
semakin aku tak kuasa keluar
dari jerat debar tak bertuan.
Aku selami keindahannya,
matanya yang nanar...
hitam legam,
lalu mencuri hasratku diam-diam...
Dan aku kebingungan melepas ingatan itu...
Schatzi...
Batavia, 050309
Dwi Rastafara
Kamis, Maret 05, 2009
Saujana
Aku pikir,
malam lebih hebat dari angin
yang menyeretku ke peraduan.
Bantalan awan ini...
Ya... Saujana yang mengisahkan
kepenatanku menunggu mimpi,
syarat akan alunan merdu
yang mengetuk hati,
mengguruiku tentang kata
yang sulit terpecahkan
oleh setetes air mata.
Ah...! Lagi-lagi aku bisu,
bisu membaca diksi dalam hati,
buyar oleh wajahmu yang aku simpan
di antara angin dan awan yang samar...
Buitenzorg, 050309
Dwi Rastafara
malam lebih hebat dari angin
yang menyeretku ke peraduan.
Bantalan awan ini...
Ya... Saujana yang mengisahkan
kepenatanku menunggu mimpi,
syarat akan alunan merdu
yang mengetuk hati,
mengguruiku tentang kata
yang sulit terpecahkan
oleh setetes air mata.
Ah...! Lagi-lagi aku bisu,
bisu membaca diksi dalam hati,
buyar oleh wajahmu yang aku simpan
di antara angin dan awan yang samar...
Buitenzorg, 050309
Dwi Rastafara
Minggu, Maret 01, 2009
Seperti Itu
Merasakan setiap detik yang kulalui,
gelisah memasung rindu yang meriuh rauh.
Kuterjemahkan lewat kata-kataku
yang jika kau hitung
lebih dari seribu bintang di langit.
Dari batas cakrawala ini
ku gerakkan mereka ke arahmu
agar kau selalu tau
saat kau pandangi mereka di langit,
seperti itulah rindulu padamu
yang tak pernah habis...
Batavia, 280209
Dwi Rastafara
gelisah memasung rindu yang meriuh rauh.
Kuterjemahkan lewat kata-kataku
yang jika kau hitung
lebih dari seribu bintang di langit.
Dari batas cakrawala ini
ku gerakkan mereka ke arahmu
agar kau selalu tau
saat kau pandangi mereka di langit,
seperti itulah rindulu padamu
yang tak pernah habis...
Batavia, 280209
Dwi Rastafara
Langgan:
Entri (Atom)

