Sebuah Literatur Tanpa Mentor Atau Narasi Tanpa Referensi

Senin, Januari 02, 2012

Sekedar Hujan

kurasa hujan masih senang bermain di pelataran
sepagi tadi jalanjalan basah dibuatnya
hingga hari lepas senja pun mereka masih berderai
sementara dingin meresap di poripori tembok
membuat lembab seperti paruparu yang sering keluar malam

barangkali hanya sepasang sepatu di pojok ruang sebagai hiasan
ujungnya kotor bekas becek tanah galian pinggir jalan
mengering di bawah kipas angin yang motornya berderit
seperti suara orang sesak nafas saja

di kepalaku masih ada tanya
apa hujan masih senang bermain?
hingga lupa bahwa ada sebagian yang sudah terendam
atau memang sengaja supaya terendam



Batavia, 020112

0 komentar: